Perpustakaan di University of Melbourne

Welcome to University of Melbourne! Sudah minggu ke-2, beberapa mahasiswa pasti udah mulai sibuk kasak-kusuk di perpustakaan. Gedung yang namanya perpustakaan kampus di saat semester berjalan dan menjelang exam period rasanya di mana-mana berlaku hukum “angkat pantat, hilang tempat” (ini hasil mengutip status teman di Path :p) saking sadisnya perebutan kursi di perpustakaan. Tapi selain dua periode itu sih perpustakaan jadi salah satu tempat nyaman buat pelarian bagi yang jomblo. Sebenarnya jumlah perpustakaan di lingkungan kampus ada banyak, tapi kali ini saya hanya bercerita tentang beberapa lokasi yang memang saya manfaatkan untuk mencari buku, belajar bersama atau mengerjakan tugas.

Law Library. Nuansa yang muncul begitu memasuki perpustakaan ini: serius. Ya iyalah, namanya juga law, what do you expect? Saya baru beberapa kali ke sini, datang hanya kalau nggak dapat tempat di perpustakaan lain, udah muter-muter dan ini harapan terakhir saya. Herannya, saya selalu berhasil dapat satu meja dan kursi nyempil di sini. Jadi mungkin jodoh saya memang di Law Library. Kita coba semester ini!bf086aaf-5a5b-40fa-a376-4e67adf6e840_zpsfirjlifz

b254f7b4-73eb-410b-b879-eadf75e4fb8d_zpswditlxx6

Giblin Library. Ini perpustakaan punyanya Faculty of Business and Economics. Salah satu tempat favorit saya karena paling dekat dari apartemen, koleksi buku yang saya butuhkan banyak tersedia di sini, paling dekat mushalla dan juga kalo kepepet bisa shalat di antara rak buku karena rak bukunya nyelempit.d387c7b3-aaee-4ac8-8933-34b7700a65e3_zpsc6iubit3

bf99fb1c-d4c3-40bc-95d7-41397772a2e3_zpsdzli9hb0

Saya pernah tertarik banget pengen nyoba belajar di sofa cokelat kayak begini. Tapi setelah beneran dicoba, asli nyesel abis. Pinggang pegel, mana bantal-bantal cokelat itu nggak bisa dipeluk karena diikat erat dengan tali. Tapi kalau nggak diikat memang bakal hilang sih tuh bantal.

92caab4e-ce57-4e66-9b75-8a27ef8ab86d_zpsqlmxs7ud

935168d9-bb64-4b0b-903d-195ebfbd6a6f_zps2ugbh2ou

Ini spot favorit saya. Private, ada lampu, kursinya nyaman dan memaksa saya duduk tegak jadi pinggang nggak pegel.28be708c-ebd6-4b91-8764-ba99a06fab11_zpsjyfc2htl

Brownless Biomedical Library. Romantis! Itu kesan saya waktu melihat sisi study space di perpustakaan ini. Lha, ini kok malah nuansa ungu temaram lucu begini. Perpustakaan ini jauh dari apartemen, jauh dari ruang kuliah, dan jauh dari kafe tempat saya biasa beli kopi. Jadi kalau tidak terpaksa banget biasanya saya tidak ke sini.

f5d8d4f3-9068-4299-bdf1-00b22059bf1a_zpsqzmbjwgy

Di perpustakaan ini juga ada Medical History Museum yang sepertinya menarik. Tapi saya sendiri belum pernah masuk sih. Mungkin semester ini kali ya.366611bb-6542-48df-9296-46a32975ad62_zpszksn6nwa

Lantai sisi atasnya, ya seperti jamaknya perpustakaan ya, isinya rak-rak buku dan study space.42b00174-0a30-4252-8e5e-952ca02ef832_zpsuh3vdsu6

Baillieu Library (dibaca: bel-yu). Ini perpustakaan utama Unimelb dengan koleksi buku yang lebih beragam ketimbang perpustakaan lainnya.ee31f121-5308-46ba-a7aa-1527c8c5e22a_zpsye4ijaxm

1f0ef132-819b-4457-8854-e3cda8e8946d_zpshkzfg5ph

Uniknya, study space di Bailllieu ini masih pakai kursi dan meja kayu ala-ala jaman saya SD tahun 80-an dulu.875c5abb-eab4-40d4-82ff-348280e78f8a_zpsnew6dqij

c06986ab-3d91-4e5e-9168-5fa5c2be2d30_zpsnjhlrnaj

MSD Library. Nama aslinya Architecture, Building and Planning Library tapi khan kepanjangan ya kalo disebut pas lagi ngobrol. Masa trus percakapannya jadi gini:

“Where are you?”

“I’m in Architecture, Building and Planning Library.”

Khan lebih enak kalo jawabnya simple

“MSD library”

MSD itu singkatan dari Melbourne School of Design, dan si perpustakaan ini lokasinya memang di dalam gedung ini. Namanya juga perpustakaan anak design, pasti nyeni. Beberapa sudut di sini juga dihiasi berbagai benda abstrak yang saya yakini itu karya seni, cuma saya nggak ngerti aja.66cf1b01-81b8-4f00-9d5b-431dbf7dadb1_zpsqqgkrr1t

6edb8e1c-cae1-4523-886c-a75eb26c43f0_zpsxx805s7a

3598c34f-910d-4f0a-aaef-9fcc5a095445_zpspouzh1j5

Eastern Resource Center Library (disingkat ERC). Ini perpustakaannya anak Science dan Engineering. Lokasinya dekat ruang kuliah saya jadi sering saya sambangi. Tata ruang dan isinya khas anak eksak. Tidak ada hiasan dan kaku dengan tumpukan buku yang disusun di rak besi.

41a55944-bec8-463b-befd-2a6ee8696c3b_zpsjet0ptwe

Foto di bawah ini saya ambil menjelang 22.30 malam, waktu saya sedang hectic dengan assignment sehingga pulang cukup malam. Oiya, rekor termalam saya pulang dari perpus baru jam 2 pagi kok.f78e5ccd-ced3-4bac-91f1-db48556821cd_zpsstzocsty

43c7bcc6-3980-47ee-9f0c-2fdcb0ab9b4c_zpsa2umqoo4

Mayoritas foto di perpustakaan itu diambil di saat menjelang akhir masa ujian jadi kuri-kursi terlihat kosong. Kalau di masa ujian? Widih, jangan harap bisa pilih private study space dengan lampu, colokan dan kursi yang nyaman. Bisa duduk aja udah syukur Alhamdulilah.

Nggak percaya? Nih lihat video pertarungannya!

339 total views, 1 views today

Share This:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *