I’m in love with FOOTY

“Footy? Australian Football? Jenis olahraga apa ini? Sepak bola?”

Itulah yang pertama kali ada di benak saya ketika ada seorang teman yang mengajak untuk ikut latihan footy. Pada awalnya, saya enggan untuk langsung mengiyakan ajakan tersebut. Saya masih ingat bagaimana kemampuan olahraga saya saat SMA. Tak hanya itu, beberapa kali mendapat ajakan serupa untuk jenis olahraga lainnya namun bisa dipastikan si Pelatih pasti mengelus dada. Hmmm

Tetapi saya cukup penasaran dengan footy ini. Kemudian saya coba mencari tahu jenis olahraga apakah ini. Diawal saya kira ini adalah sepak bola yang mana bola ditendang kemana-mana. Dan ternyata, permainan dengan bola lonjong ini hanya menggunakan tendangan untuk mengumpan dan mencetak gol. Kita harus menerima umpanan dengan menangkapnya. Selain itu, footy memiliki gawang yang berbeda dengan sepak bola. Gawangnya berbentuk dua tiang tinggi yang dipancangkan di ujung lapangan yang mana berbentuk lonjong.

footy2

Menarik!
Akhirnya saya putuskan untuk datang latihannya yang mana saat itu di Fawkner Park, South Yarra. Ada dua hal yang paling saya ingat ketika pertama kali ikut latihan footy setahun yang lalu. Pertama, “Ini olahraga beneraaaan!!”. Bagaimana tidak, kami harus lari keliling lapangan, gerakan pemanasan dan latihan gerakan dasar footy. Lelah? Iyaaa. Tetapi tenang, kita boleh istirahat kalau memang kelelahan. Dan meski latihannya melelahkan tetapi seruu sekali. Inilah hal kedua yang paling berkesan dari latihan footy. Seru karena semua pemain sangat membantu dan menyemangati. Mereka juga sangat mengapresiasi setiap ada kemajuan meskipun hanya sedikit. Tidak pernah ada kata-kata menjatuhkan.

Bayangkan pertama kali saya ikut latihan, disuruh menangkap bola saja saya memilih lari menghindar. Tetapi pelatih dengan sabar mengajarkan bagaimana cara menangkap bola dengan teknik yang benar. Ada tiga gerakan dasar footy yakni kicking, hand passing dan marking. Tidak jarang ada beberapa bagian tangan yang memar karena hand passing. Dan lagi – lagi saya bilang semua itu tidak terasa karena serunya bermain footy.

Akhirnya pun saya ikut bergabung dalam The Krakatoas Football Club yang mana merupakan bagian dari Australian Indonesian Youth Association (AIYA). Setelah latihan beberapa kali, akhirnya saya ikut pertandingannya: AFL9S musim lalu. Tentu inipun hanya coba-coba. Meskipun tidak banyak kontribusi yang saya berikan untuk tim dalam pertandingan, tetapi saya mendapat banyak pelajaran terutama tentang aturan bermain footy. Dan tahun ini adalah pertandingan kedua saya bersama The Krakatoas.

footy3

Hal yang berkesan saat petandingan adalah melihat lawan yang secara postur badan pun rasanya tidak mungkin untuk dikalahkan. Indeed! Tapi akhirnya kami bisa menjadi juara 3. Untuk saya sendiri, mendapat Kraking Effort Award saat Awards Night Krakatoas adalah hal yang tidak pernah saya sangka.

Secara teknik, mungkin tidak banyak kemajuan saya. Namun, saya belajar banyak hal dari footy ini dan pemain yang lain. Kalau kita memang mau mencoba dan terus berlatih, lambat laun pasti akan akan ada kemajuan. Selain itu, supportive learning environment benar-benar saya dapatkan disini. Dan yang terpenting, saya menemukan keluarga baru:

Krakatoas! Carn the Krakas!

Untuk kalian yang juga ingin bergabung dengan Krakatoas, bisa langsung menghubungi saya atau mengakses fanpage facebooknya: Krakatoas Football Club. Untuk tahun ini, latihan rutin diadakan di North Melbourne FC, Arden St., North Melbourne. Yuuuk Ikutan!! You would get fun, footy and friendship!

 

Shofiayuningtyas Luftiani Yusuf
Master of Education, Monash University

413 total views, 1 views today

Share This:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *