Menulis: Love-Hate Relationship

Ada dua alasan utama menagapa magnum opus karya  Sayyid Quthb yaitu Tafsir Fi Zhilalil Qur’an menjadi salah satu karya yang paling luar biasa yang pernah dihasilkan di dalam penjara. Pertama, karena karya yang menjadi rujukan ini mengandalkan hafalan beliau semata, yang menunjukkan luas, dalam dan cerdasnya beliau dan  kedua adalah karena kondisi saat dituliskan. Selain ditulis di dalam penjara, beliau juga menuliskannya dalam keadaan buruk karena sering mengalami penyiksaan.

Kalau teori inspirasi menulis yang datang melalui sugesti, melalui suasana yang baik, adalah hal yang benar, maka pada akhirnya Sayyid Quthb tidak akan pernah bisa membuat tafsirnya. Miguel de Cervantes Saavedra tidak akan pernah melahirkan Don Quixote, salah satu novel modern terbaik,  di penjara Madrid, dan Adolf Hitler tidak akan pernah menulis Mein Kampf  (terlepas dari akibat buruk yang datang setelahnya).

Tapi kita patut curiga dengan teori ‘zona nyaman yang melenakan’. Kita hidup dizaman yang sesuatunya semakin mudah. Zaman dimana meta-data begitu berlimpah dan bisa diakses kapan saja dan dimana saja. Zaman dimana proses duplikasi, replikasi dan modifikasi semakin mudah, tapi sayangnya, faktanya, kita masih juga minim karya.

Saya teringat dengan Dorothy Parker, seorang novelis dan kritikus yang terkenal dari Amerika ketika menuliskan pandangannya tentang proses menulis:

If you have any young friends who aspire to become writers, the second greatest favor you can do them is to present them with copies of The Elements of Style. The first greatest, of course, is to shoot them now, while they’re happy.” (jika anda mempunyai teman yang masih muda dan bercita-cita menjadi penulis, hal kedua terbaik yang bisa kamu hadiahkan adalah The Element of Style. Sedangkan hal terbaik pertama yang anda bisa hadiahkan tentu saja adalah membunuh mereka sekarang, mumpung mereka masih bahagia).

Apakah Dorothy menghasilkan banyak karya? Tentu saja jawabannya ia. Tapi bahkan sekelas Dorothy pun, menganggap menulis itu susah dan ia tetap membencinya. Senada saat Dorothy mengungkapkan: “I hate writing, I love having written.”

Bahwa semua ada harganya, ini adalah prinsip yang akan berlaku sepanjang zaman. “Menyaman-nyamankan” inisiasi, proses kreatif, dan konsistensi menulis mungkin perlu, tetapi ada kecenderungan bahwa kondisi ini tidak akan menjadi penopang yang baik dalam produktifitas menulis dan kualitas tulisan.

Berdasarkan refleksi terhadap diri sendiri, saya menemukan bahwa saya yang kuliah di universitas yang bagus di luar negeri, akses yang berlimpah, fasilitas yang memadai, ternyata tidak menjadi stimulus yang cukup untuk menulis, menghasilkan karya. Kebutuhan hidup primer saya yang terpenuhi selama kuliah tidak menjadi alasan untuk bisa menuangkan ide tertulis saya dalam bentuk fiksi, kritik, ilmiah dan lain-lain. Tingkat pendidikan saya yang tinggi tidak menjadi jaminan saya terhalang dari keengganan atau  kemalasan dalam menulis.

Ternyata semua kembali lagi kepada apa yang kita sebut sebagai motivasi intrisnik. Fasilitas tidak lantas membuat seseorang bisa menulis dengan mulus dengan inspirasi-inspirasi yang deras mengalir. Melimpahnya informasi tidak lantas membuat seseorang punya bahan yang banyak untuk menulis, karena menulis memang proses mencari bukan proses produksi. Buya Hamka mencintai agamanya dan ingin mendapatkan amal saleh sebanyak-banyaknya, maka dia melahirkan Tafsir Al-Azhar. Bung Hatta menulis pledoi Indonesie Vrij (Indonesia Merdeka) karena beliau mencintai Indonesia. Tapi kita tidak perlu dipenjara dulu baru bisa menghasilkan karya. Kita hanya harus menemukan apa yang kita cintai dan cinta itu bisa dibaca oleh semua orang.

A word is dead
When it is said,
Some say.
I say it just begins
to live that day.
– Emily Dickinson

Selamat menulis! Selamat berkarya!

Muhalim—Monash University student

memetolicious.blogspot.com

Melbourne, 2 November 2016

1,175 total views, 1 views today

Share This:

2 thoughts on “Menulis: Love-Hate Relationship

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *