Roundtable Discussion LPDP Monash 2017: Sustainable Development for Indonesia

Pada tahun 2015 lalu, PBB kembali mengadakan konferensi internasional untuk menggagas 17 agenda berskala global dengan sebutan Sustainable Development Goals (SDGs). SDGs merupakan seperangkat tujuan, sasaran, dan indikator dalam pembangunan berkelanjutan yang bersifat universal. Indonesia yang dinilai sebagai negara dengan angka pertumbuhan ekonomi yang terus menanjak dari tahun ke tahun, ikut terlibat dalam agenda SDG yang dirancang PBB tersebut. Selain peran pemerintah, keterlibatan dan kontribusi masyarakat Indonesia dipandang sebagai faktor utama untuk mendorong keberhasilan program SDGs.

Oleh karenanya, Kamis 5 Oktober 2017 lalu, komunitas Penerima Beasiswa LPDP Monash University Australia mengadakan forum bertajuk Roundtable Discussion: Sustainable Development for Indonesia. Turut hadir Konsul Jenderal Indonesia di Melbourne, Dewi Savitri Wahab, yang juga alumni Monash University, untuk membuka Roundtable Discussion secara resmi. Forum diawali dengan paparan dari Prof. Ariel Heryanto sebagai pembicara utama. Selain menjadi dosen di Faculty of Arts Monash University, beliau juga merupakan profesor di Herb Feith Foundation kajian khusus Indonesia dan wakil direktur di Monash Asia Institute. Dalam forum tersebut, Prof. Ariel mengajak para pelajar Indonesia berdiskusi mengenai tantangan-tantangan yang dihadapi Indonesia dalam dunia riset dan pendidikan sekaligus hubungannya dengan pembangunan berkelanjutan. Beliau juga memaparkan peran anak muda Indonesia dalam mencapai 17 agenda SDGs di masa mendatang.

Diskusi semakin renyah dengan adanya tiga pembicara mahasiswa Indonesia yang tengah menempuh studi di Monash University yaitu Aziz Awaludin, Christine Widjaya, dan Hadi Hariyanto. Aziz dari program magister di Facuty of Education ini mempresentasikan Utilizing tablet capture model for online learning: The case of digital pesantren. Pembicara kedua, Christine Widjaya dari program Master of International Development Faculty of Arts mempresentasikan Sustainable Consumption Start with You. Sedangkan Hadi Hariyanto, mahasiswa program doktor Faculty of Information Technology mempresentasikan A framework of Participatory Social Development to Improve Farmer’s Well-being in Dusun Cisema Bandung. Ketiga pembicara membawa gagasan yang amat brilian untuk keberlangsungan pembangunan Indonesia di masa depan dalam mencapai 17 agenda SDGs.

Forum dengan konsep interaktif ini mengundang minat mahasiswa Indonesia. Terbukti dengan banyaknya mahasiswa-mahasiswi yang hadir tak hanya berasal dari Indonesia, mahasiswa internasional juga tertarik untuk bergabung. Antusiasme peserta forum ini semakin kuat dengan banyaknya pertanyaan yang dilontarkan kepada para pembicara. Rencananya, forum serupa akan kembali diadakan sekitar bulan Maret 2018 dengan tema yang tak kalah menarik tentunya.

Nudia Imarotul Husna

Faculty of Education, Monash University

24 total views, 3 views today

Share This:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *