Negara Maju juga Punya Pasar Malam

Siapa bilang Negara Maju yang menganut liberal market system melupakan ‘pasar tradisional’ seperti halnya mereka yang masih tinggal di kampung. Musim panas di Melbourne sebentar lagi usai, karena itulah night market diadakan dimana mana mulai dari Victoria Night Market yang terbesar, South Melbourne Market, hingga Pahrayangan Night Market yang diadakan di Konsulat Jenderal Indonesia (night market sebenarnya diadakan baik di Musim Panas maupun di Musim Dingin). Karena lama siang lebih panjang dibanding malam,alhasil meskipun telah dibuka sejak jam 6 langit Melbie (sebutan bagi Melbourne)masih cukup cerah untuk sebuah Pasar Malam.

Satu nama beda gaya! itulah yang terasadari night market di Melbie dibandingkan dengan pasar malam di Indonesia. Melbie memang terkenal dengan keseruannya sebagai The Most Liveable City di antara kota-kota lainnya di Australia termasuk karena banyaknya festival yang ditawarkan di kota ini. Apapun musimnya Melbie selalu punya acara seru yang bisa dikunjungi. Berbeda dengan Pasar Malam yang kita kenal di Indonesia, night market di Melbie cenderung ‘muda’ dan ‘dinamis’. Dibandingkan ciri pasar malam Indonesia yang menawarkan permainan berbagai macam dengan alat yang masih semi-tradisional seperti kincir dan odong-odong, night market Melbie diwarnai dengan berbagi panggung di tiap sisinya…entah menampilkan teatrikal, tarian atau band rock maupun akustikan. Mungkin juga itu disebabkan oleh penghuni kota ini yang cenderung merupakan anak-anak muda berusia 20-30an. Sedangkan di Indonesia pasar malam sangat lekat di warga kampung yang suka datang sekeluarga dengan tujuan berbelanja keperluan rumah tangga.

Perbedaannya lagi, jadwal pasar malam di Melbie hanya sekali seminggu di hari tertentu. Dibandingkan di hari Sabtu atau Minggu yang sesak dengan pengunjun gseperti di Indonesia, di sini night market diadakan di hari kerja. Sebenarnya mungkin saja alasannya tidak lebih  karena di hari itu ‘pasar’ pagi memang tidak beroperasi. Namun, daya tarik night market pada Rabu Malam lebih besar dibandingkan fakta bahwa besok harinya warga Melbourne harus kembali keaktifitas kantor dan sekolah. Sisi berbeda lainnya adalah night market di Melbie cenderung menyuguhkan opsi kuliner seperti cemilan dan minuman dibandingkan produk lain seperti pakaian, tas atau alat rumah tangga. Bisa dikatakan bahwa tujuan utama pengunjung yang datang bukan untuk berbelanja namun cenderung untuk mencari hiburan dan apresiasi seni dan budaya yang multikultur.Tidak salah jika ada sekitar 50 street food traders yang menjajakan berbagai jenis makanan dari penjuru dunia- mulai dari Eropa, Asia Barat, Asia Timur dan Latin Amerika. Orang – orang berkumpul menikmati malam dengan makan, ngobrol, tertawa dan menikmati live music yang sebenarnya bertebaran di Melbie setiap hari (sugguhan live mini concert di Melbie bisa ditemukan dengan mudah di tengah kota, kita hanya perlu member donasi seikhlasnya, pun jika mau bisa membeli CD si penyanyinya langsung). Apresiasi akan seni,hidup dan interaksi sangat dihargai…mungkin –sekali lagi karena waktu di sini menjadi ‘mata uang’ yang sayang untuk dibuang percuma.

 

 

kontributor: Farahdiba

127 total views, 1 views today

Share This:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *